jump to navigation

Gas Nitrogen Tidak Repot June 5, 2008

Posted by Buddy Dharmawan in Roda.
trackback

Sudah banyak yang mengganti angin dengan gas nitrogen untuk mengisi ban. Namun banyak yang mengira repot. Katanya susah kalau mau nambah gas nitrogen. Terutama kalau sedang keluar kota atau turing di pedesaan atau pinggir hutan.

Jangan takut. Gas nitogen bisa dicampur dengan angin biasa.

Angin atau udara di alam tersusun dari gas Nitrogen (N2) 78%, Oksigen (O2) 21% dan 1% unsur lain. Nitrogen tanpa bisa dicegah dihirup juga oleh hidung manusia. Jadi bukan zat bahaya.

Makanya, kalau ban sudah diisi gas nitrogen, tidak masalah kembali dicampur angin biasa. Dijamin tidak akan meledak atau memberikan tekanan balik. Tapi, kalau mau diisi lagi nitrogen murni, ban harus dikosongkan dulu.

Anggapan lain tentang gas nitrogen. Katanya hanya cocok dengan ban tubeless. Lalu kalau pakai ban dalam gimana? Keduanya nggak masalah. Aman-aman saja.

Keuntungan menggunakan N2 sebagai gas pengisi ban

1. Tekanan ban terjaga lebih lama (menjadi lebih jarang mengisi ulang)
2. Daya cengkram dan kinerja ban menjadi optimal (akibat grip yang baik, tekanan yang tidak berkurang)
3. Menghemat BBM (tekanan tepat, meringankan kerja mesin)
4. Memperpanjang umur pakai ban (tekanan tepat, habisnya ban akan merata)
5. Meningkatkan keselamatan (tekanan tepat, grip dan stabilitas terjaga)
6. Tidak terjadi oksidasi pada karet ban (memperpanjang umur elastisitas karet ban)
7. Tidak membantu menimbulkan karat (aman bagi komponen besi)
8. Tekanan ban yang stabil terhadap temperatur ban (mengurangi kecelakaan akibat pecah ban – overpressure)

N2 sendiri sudah digunakan terlebih dahulu di arena balap, pesawat terbang dan kendaraan berat khusus, sebelum diperkenalkan ke publik untuk digunakan di kendaraan sehari-hari mobil maupun motor.

Kelemahan gas Nitrogen (N2) sebagai gas pengisi ban.

1. Harga yang masih mahal

Umumnya berkisar sekitar 10ribu hingga 20ribu rupiah untuk setiap ban. Belum lagi ada tambahan biaya apabila sebelumnya gas pengisi ban tersebut bukan N2, karena harus dikuras terlebih dahulu untuk kemudian diisi gas N2.

2. Perawatan

Setiap kali ban sudah terisi oleh N2, maka selanjutnya jika tekanan berkurang, sangat disarankan untuk menambahkannya dengan N2 juga.

3. Ketersediaan

Belum banyak bengkel ban yang menyediakan jasa pengisian N2.

NOTE:
Apabila tekanan N2 berkurang dan tidak ditemukan bengkel yang menyediakan pengisian N2, kita dapat menambahkannya dengan gas / angin ban seperti biasa yang mudah ditemui di tepi jalan, sebagai langkah darurat. Namun apabila kita sudah dapat menemukan bengkel yang menyediakan pengisian N2, sebaiknya ban tersebut kembali dikuras ulang untuk diisi kembali dengan gas N2 murni.

Sumber : Motorplus , saft7.com

Comments»

1. ANAND - June 12, 2008

waduh..
repot nih boss

2. admin - June 12, 2008

repot gimana ya..
sekarang udah agak banyak koq isi angin ban pake Nitrogen

3. reandy - June 24, 2008

saya berdomisili di balikpapan mau tanya tau gak di daerah mana yang menyediakan layanan pengisian n2 ini

4. aqbi - July 19, 2008

kRen aBizz,,
tApi sAyang bRo,,

mAsi’ riBet,,
n LangKa.. cOba k-lo sEGaMpang hiRup oXingN,, hE,,,

5. Way_GCT - September 11, 2008

Menurut gw ga terlalu ribet jika kita melihat dr segi hasil positif yg kita dapat.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: