jump to navigation

Tips Memilih Lampu Saat Musim Hujan April 30, 2008

Posted by Buddy Dharmawan in Fashion.
trackback

Sumber : dedenku.wordpress.com

PART 1
Salah satu faktor safety riding yang terpenting saat musim hujan dengan memperhatikan jenis headlamp.
Banyak jenis headlamp yang beredar dipasaran tentunya dengan fungsi dan karakter penyinaran masing–masing.
Misalnya tipe H1, H2, H3, H4 dan seterusnya juga dengan warna yang bervariasi seperti putih, kuning, biru, dan biru legam.
Terlepas dari merek, terdapat beberapa headlamp yang mencatumkan angka 2600K, 3200K, 5000K, dan seterusnya.


Apa artinya angka tersebut ?, angka yang tercantum tersebut menunjukan Color Temperatur (CT) dengan satuan suhu Kelvin. Semakin tinggi angka CT maka sinar lampu yang dihasilkan semakin mendekati warna biru.
Untuk kondisi cuaca buruk seperti hujan dan kabut, sebaiknya menggunakan headlamp dengan angka CT yang rendah yakni 2600K–3000K yang berlapis kaca warna kuning keemasan, dengan spektrum penyinaran dominan kuning.
Biasa disebut headlamp jenis four season atau all weather.
Pasalnya dalam kondisi cuaca buruk untuk menambah jarak pandang mata, kita memerlukan bantuan sinar yang lebih tajam dan mampu menembus kabut atau air hujan yakni sinar headlamp dengan spektrum warna dominan kuning.
Satu prinsip yang harus diingat, angka CT tidak menunjukan terangnya cahaya headlamp, melainkan menunjukan spektrum warna yang dikeluarkan.
Semakin rendah angka CT maka warna yang dikeluarkan semakin kuning, dan semakin tinggi angka CT maka warna yang dihasilkan semakin mendekati kebiruan hingga putih.
Untuk musim hujan sebaiknya anda menggunakan headlamp dengan CT yang rendah, agar sinar lampu yang dihasilkan bisa terlihat saat hujan dan kabut turun.

TIPS 2

Lampu Halogen White atau mungkin kita biasa kita sebut sebagai lampu Xenon, dengan Kaca lampu dilapis warna biru. Sinar yang dihasilkan berwarna putih kebiruan.
Perlu diingat, bahwa lapisan biru itu dimaksudkan untuk membuang spektrum warna kuning dan merah. Sehingga akan terlihat cenderung ke arah putih dan biru. Lampu yang bercahaya kebiruan tidak disarankan untuk digunakan saat hujan atau cuaca buruk, jadi kalo tiba-tiba ketika touring harus kena hujan atau cuaca buruk tidak safety ridding khan ????
Fakta lain adalah, lampu yang dilapis biru, umumnya untuk mengejar kesan Putih kebiruan pada cahaya yang dikeluarkannya, namun lapisan biru itu memangkas Lumens (light output) dari pijaran filament-nya sehingga dengan watt yang sama, lampu tersebut akan lebih redup ketimbang lampu yang bening. Biasanya untuk ngakalinnya digunakan filamen yang lebih tebal sehingga membutuhkan Watt yang lebih besar, biasanya rata-rata 35 Watt agar cahaya lampu kembali terang dan tentunya tidak standar dengan standar setting produsen antara 25 Watt sampai dengan toleransi 32 watt, nahhh itu juga berarti melebihi batas toleransi sebesar 3 Watt . Panas yang dikeluarkan akan lebih besar ketimbang lampu halogen biasa, jika rumah lampu tidak mendukung sirkulasi udara panasnya, akan membuat lampu biru tersebut lebih cepat putus, atau rumah lampu / reflektor atau cepat gosong & meleleh.

Comments»

1. Reza - April 20, 2009

bro saya pake lampu sparkle super white 12v35w apakah bisa meleh rumah reflektornya,biar tidak meleh gmn?

2. Andi - March 19, 2012

Kalo satria f ganti lampu pakai lampu Xenon Platinum White 35w, dengan kelistrikan standar aman enggak??


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: