jump to navigation

Pemerintah Belum Akan Naikkan BBM April 30, 2008

Posted by Buddy Dharmawan in General.
trackback

Sumber : KOMPAS

JAKARTA, RABU 30 April 2008 – Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta menegaskan, pemerintah belum berpikir untuk menaikkan harga bahan bakar minyak. Dikatakannya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2008 masih bisa menanggung beban subsidi akibat kenaikan harga minyak mentah yang mendekati 120 dollar AS. “Enggak dulu, opsinya belum ke arah itu. Percayalah sampai dua triwulan ini fiskal kita masih kuat. Menkeu sudah bilang begitu,” ujarnya seusai mengikuti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (30/4).

Dia juga mengatakan, pemerintah belum berpikir meminjam utang luar negeri untuk menambal APBN. “Memang siapa yang bisa bantu? Paling-paling Jepang. Tapi Jepang sendiri tidak bisa memenuhi aplikasi kita secara optimal, jadi kita harus berdiri di atas kaki sendiri sekarang ini,” kata Paskah. Ia menilai, ketidakinginan untuk memperkuat jumlah utang negara bukan berarti memosisikan pemerintah untuk menaikkan harga BBM.

Ketika disinggung desakan pelaku usaha yang tergabung dalam Kadin agar pemerintah segera menaikkan harga BBM hingga 30 persen, Paskah justru menganggap dingin. “Sekarang berbagai masukan ada. Ada yang meminta dinaikkan. Ada yang minta jangan naikkan. Nanti kita lihat dulu laporan realisasi triwulan I-II. Setelah itu, kita lihat triwulan selanjutnya sampai akhir Desember apakah kuat atau tidak,” urainya.

Kenaikan harga minyak mentah dunia yang hampir menembus angka 120 dollar AS per barrel saat ini belum bisa dijadikan pijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Alasannya, kenaikan harga minyak mentah dunia masih bersifat fluktuaktif. “Sampai 120 dollar AS per barrel pun itu masih fluktuaktif. Dan itu tidak month on month, apalagi year on year,” tandasnya.

Asumsi harga minyak Indonesia (ICP) dalam APBNP 2008 dipatok 95 dollar AS per barrel. Dengan kuota konsumsi bersubsidi 35,5 juta kiloliter, maka nilai yang semula hanya Rp 46 triliun membengkak menjadi Rp 126 triliun. Kenaikan beban subsidi BBM ini pun merembet pada permasalahan lain. Kenaikan tersebut menjadi salah satu pemicu membengkaknya defisit anggaran 2008 dari semula 1,7 persen terhadap produk domestik bruto menjadi 2,1 persen.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: